Archives

All posts for the month May, 2012

The Andrews vs The Rosehill

Published May 3, 2012 by Lia Permata @LiaPermataMyNovel

Second Novel From Lia Permata a.k.a Lia Aprilia

The Andrews vs The Rosehill

Judul Buku: The Andrews vs The Rosehill

Terbit: April 2012

Penerbit: Akoer

Alhamdulillah buku kedua dari Lia Permata a.k.a Lia Aprilia a.k.a ME sudah terbit di bulan April dan sudah mulai beredar di toko-toko buku Jawa dan Luar Jawa.  Mudah-mudahan buku ini banyak yang baca dan menggemari.

Berikut cuplikan sinopsisnya:

The Andrews, sebuah sekolah khusus untuk putera dan berlokasi di tempat yang berbeda dengan sekolah-sekolah seperti kebanyakan.The Andrews bukan satu-satunya sekolah terpopuler di tempat tersebut. Masih ada Rosehill, sekolah puteri yang letaknya berhadap-hadap dengan mereka.

 

Petualangan yang awalnya hanya bentuk main-main saja berubah menjadi serius ketika ternyata harus berhadapan dengan para petinggi sekolah masing-masing. Perjalanan mereka semakin seru, ketika petualangan mereka sedikit demi sedikit menguak sebuah rencana besar yang nyaris sempurna di balik permusuhan dua sekolah selama bertahun-tahun.

Akankah kedua pihak yang sama kuat itu dapat bekerja sama?
Bisakah mereka mengungkap apa yang sebenarnya terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu di sekolah mereka itu? Dan sanggupkah mereka menelusuri dan menguak rahasia dari lorong-lorong yang menganga di depan mata mereka

Read more: http://www.untukku.com/artikel-untukku/the-andrews-vs-the-rosehil-untukku.html#ixzz1tlzCmkEq

Dicari ya Guys, InsyaAllah ceritanya nggak mengecewakan!!  Dan sekali lagi, Lia Permata atau Lia Aprilia itu orangnya satu, Don’t be confused ya… karena memang ada sedikit cerita dibalik kedua nama tersebut.

Cheers

Lia Permata // liapermatamynovel@yahoo.com // twitter @JustLiaPermata

Hit And Run Hmmphh!!

Published May 3, 2012 by Lia Permata @LiaPermataMyNovel

Pengalaman pertama dapat customer yang Hit and Run bikin dongkol.

 

Okay, I knew, it will happen someday, but still it’s make me go GRRRRR!!!

Rasanya kesel banget tapi gue cuma bisa sabar-sabar (ngurut dada sambil tetep gregetan)

Bisnis yang non toko atau online emang selalu ada resiko nggak di percaya sama customer.  Dan gue bukan orang yang nggak kooperatif kok sebagai produsen Bros Rajut.  Contohnya kalau gue janjiin akan gue kirim hari H, InsyaAllah gue selalu tepati dikirim hari H.  Kenapa gue bisa janji???  Ya karena gue udah estimasi kapan kira-kira barang handmade yang gue kerjain bareng teman gue ini kapan bakalan selesai.  Kalaupun ada force majure, I never leave without any confirmation.  Dengan kata lain, kalau ada keterlambatan kirim, pasti gue akan kabari customer yang gue janjikan dan minta maaf.

One day, adalah customer dari tempat yang nun jauh disana.  Dari awal udah gue wanti-wanti kalau barang gue ini adalah barang handmade yang butuh waktu pengerjaannya.  Pada saat itu memang gue lagi cukup banyak order (Alhamdulillah Ya Allah).  Dan dia setuju dengan rentang waktu yang gue berikan.  Lalu beralihlah gue ke ongkos kirim (dan sebagai konfirmasi ongkir itu bukan datangnya dari gue tapi dari ekspedisinya sendiri yang telah memberikan daftar harga, jadi jangan pernah bilang kalau LP-Shop yang menentukan ongkirnya).  Eng Ing Eng ternyata lokasinya si customer bener-bener  jauh disana dan ongkirnya hampir sama dengan rupiah total dia belanja ke gue.  Gue udah bilang kalau keberatan, nggak masalah.  Dan she said OK.

Apa yang bikin kesel saudara-saudara?  Pertama barang yang diminta itu sekali lagi adalah barang handmade, gue dan temen gue butuh seminggu untuk konsentrasi ke pesanan dia dan mengesampingkan pesanan customer yang lain.  Ini semua gue lakukan dan terapkan karena gue sangat menghormati sistem ngantri, siapa yang pesan duluan, ya berarti pesanan orang itu yang akan kami kerjakan duluan.  Bahkan gue pun menerapkan itu ke temen-temen gue yang udah kenal baik (dalam arti kata business is business).

Next, bros itu jadilah semua, dari 70% jadi gue udah coba kontak si customer itu, ngasih tau kalau hari H barang akan dikirim dan kita menunggu transferan dari dia.  Mulai dari sini nih, dua hari menjelang pengiriman gue kontak nggak dibales, satu hari tetep aja nggak direspon sampai sekarang udah lewat hari dia juga nggak bales.  Sampai gue akhirnya memutuskan, karena tidak ada respon dari dia, bros dia akan dialihkan ke customer lain, damn gak ngerespon juga.

Hands up, gue memutuskan nggak akan mengontak si customer itu lagi.  Gue masih bisa terima kalau ada customer yang punya itikad baik dengan mentransfer setengah dari total biaya karena ia belum percaya 100% dengan LP-Shop walaupun kebanyakan customer gue membayar full setelah gue kabarin dan kirimkan gambar.  Trust is a must in online business.   Kesel gue itu karena customer itu nggak inget apa kalau barang yang gue punya bukan hasil ngambil di grosir.  We Create it and make it by our own hand, dan kasihan customer lain yang menunggu di waiting list, dimana seharusnya mereka yang serius pesan bisa mendapatkan pesanan mereka lebih cepat.

Buat yang lain, please… kalau belum yakin atau ingin membatalkan lebih lakukan jauh-jauh hari atau jangan memesan sekalian.   Kami nggak marah atau berubah jadi nggak sopan kalau ada customer yang tanya-tanya dan akhirnya tidak memesan.  Bagi LP-Shop memberikan informasi saja sudah untung kok, karena  kita memberikan pengetahuan kognitif kepada calon pelanggan.  Mungkin sekarang mereka tidak pesan tapi siapa tahu dilain hari mereka menjadi pelanggan kita.